Ilustrasi jarum akupuntul
Hartatik (47), warga Desa Temulus, Kecamatan Kudus,
Jawa Tengah mengalami muntah jarum berkarat sudah berlangsung tiga tahun.
Namun, yang mengejutkan jarum yang keluar lebih banyak dari pada sekarang.
"Peristiwa serupa pada tiga tahun yang lalu jumlah jarumnya jauh lebih
banyak," kata Hartatik di Kudus, Rabu (23/3).
Dia mengakui, kondisinya saat ini lebih baik dari awal kedatangannya ke
puskesmas. Meskipun masih harus menjalani rawat inap di Puskesmas Mejobo,
Kudus.
Hartatik memuntahkan 66 batang jarum yang biasa dipakai untuk menyulam, dalam
kondisi berkarat.
Menurut perawat puskesmas, Sri Sumiati, Hartatik datang ke Puskesmas Mejobo
pada Senin (21/3) karena keluhan tekanan darah tinggi. Saat dicek, tensi
darahnya mencapai 200 mmHg (millimeter raksa).
Hanya saja, lanjut dia, ketika hendak diperiksa oleh dokter, ternyata dia
menderita pusing dan kemudian muntah.
Akan tetapi, kata dia, muntahannya bukan berupa air atau makanan yang ditelan,
melainkan jarum untuk menyulam yang sudah berkarat.
"Setelah dihitung, jumlahnya mencapai 66 biji jarum yang sudah
berkarat," kata Sri.
Saat ini, kata dia, kondisi kesehatannya agak membaik dan tensi darahnya juga
menurun menjadi 180 mmHg.
Terkait perlu tidaknya dilakukan pemeriksaan lanjutan, kata dia, belum bisa
dipastikan karena disesuaikan dengan kondisi kesehatannya.
sumber: merkdeka.com

0 Response to "Sudah 3 tahun Hartatik sering muntah jarum berkarat"
Post a Comment