SIANTAR - Baru dua tahun menikah, Donna boru Simatupang warga Jalan Bongbongan Raya, Gg Keluarga, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba menjadi tahanan Polres Siantar.
Wanita 39 tahun ini ditahan kerena dilaporkan suami barunya dengan tuduhan melarikan barang-barang dari rumah.
Dalam laporan suaminya bernama Saulus Marbun yang merupakan pengusaha rotan ini, Donna dilaporkan karena membawa kabur barang berupa satu unit mobil Pick Up Suzuki Futura bernopol B 9252 TAD, STNK sepeda motor bernopol BM 2790 RV, satu unit TV LCD ukuran 32 inci merk Panasonic, kulkas merek Sharp, dam mesin cuci merek Samsung serta pakaian.
Aksi itu dilakukannya, Kamis (24/3) itu, ketika suaminya Saulus berangkat melayat ke rumah keluarganya yang meninggal dunia di Jakarta, sehingga Saulus merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Siantar.
Ditanyai di ruangan unit III Tipikor Polres Siantar, Donna dengan mata berkaca-kaca mengaku, ia tega membawa kabur mobil dan barang perabot dari dalam rumah, karena kesal terhadap suaminya yang sejak menikah, jarang memberikan nafkah, bahkan keluarga Saulus terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangganya.
“Setiap hari hanya uang untuk belanja saja dikasihnya. Sejak kami menikah, omongan Saulus selalu kasar samaku. Bila lagi ribut mulut di rumah, suamiku Saulus suka mengadu sama keluarganya, sehinggaramai-ramai datang menyerangku,” kata Donna kepada penyidik, Jumat (25/3) kemarin
Diceritakan, sebelumnya ia telah menikah dengan saumi pertamanya bernama Hisarma Sitanggang. Setelah menikah, mereka menetap di Jakarta. Setelah dikarunia 4 orang anak, ia pisah ranjang lantaran masalah ekonomi ditambah suami pertamanya suka melakukan kekerasan.
“Sejak pisah ranjang, anak-anak ikut sama suamiku di Jakarta. Setelah beberapa bulan aku balik ke rumah orang tua di Medan, belakangan aku pergi merantau ke Kalimantan dan terakhir berkenalan dengan Saulus lewat akun facebook. Sewaktu kenalan, Saulus ngaku sudah duda punya 3 orang anak,” tuturnya.
Setelah dua tahun berhubungan jarak jauh, kata Donna, belakangan Saulus mengajaknya untuk menikah.
Tapi waktu itu, ia belum bersedia, karena status hubungannya dengan suaminya pertama belum ada putusan cerai dari pengadilan.
Menurutnya, atas bantuan Saulus yang ngotot mengajaknya menikah dan didorong oleh keluarga dari Saulus, ia berhasil menggugat cerai suami pertamanya untuk bercerai pada 24 Desember 2014 Silam.
“Setelah bercerai, kami langsung menikah dan tinggal di rumah Suamiku Saulus,” ujarnya.
Kata Donna Perasaan pahit baru dirasakannya setelah pernikahannya masih berumur tiga minggu karena suami keduanya jarang menafkahinya.
“Sekitar jam 04.00 wib pagi mobil dan barang perabot kubawa kabur dari rumah. Aku memang tidak diajaknya saat melayat berangkat ke Jakarta. Semua barang perabot kutitip di rumah orang tuaku di Medan, sedangkan mobil kupakai untuk berjualan. Aku tega seperti ini karena suamiku jarang kasih nafkah,” sambung Donna mengakhiri.
0 Response to "Jarang di Beri Nafkah!!! Istri larikan Harta Suami"
Post a Comment